Kamis, 14 Maret 2013

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF DESKRIPSI MELALUI MEDIA GAMBAR SERI PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI SAREN I (Norma Tri Wibawati)

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Keberhasilan dalam proses pembelajaran merupakan hal yang didambakan dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Dalam era globalisasi saat ini, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi harus harus didukung oleh Sumber Daya Manusia yang berkualitas tinggi. Sebagai salah satu ilmu dasar, Bahasa Indonesia telah berkembang pesat baik materi maupun kegunaannya. Namun sayang, sampai saat ini Bahasa Indonesia dipandang sebagai mata pelajaran yang tidak penting, membosankan, dan tidak menyenangkan.
Komponen utama dalam proses pembelajaran adalah guru dan siswa. Bila ditinjau dari komponen guru, agar proses pembelajaran berhasil, guru harus dapat membimbing siswa sedemikian rupa sehingga para siswa dapat mengembangkan pengetahuan mereka sesuai mata pelajaran yang dipelajarinya. Untuk mencapai hal tersebut, guru dituntut mengetahui secara tepat dimana posisi pengetahuan siswa pada awal mengikuti proses pembelajaran.
Ditinjau dari komponen siswa, keberhasilan belajar sangat ditentukan oleh konsep-konsep yang relevan, yaitu konsep-konsep yang harus diketahui siswa sebelum mempelajari materi tertentu. Misalnya, sebelum belajar menulis paragraf deskripsi, siswa harus mampu menulis kalimat dan membaca. Konsep-konsep baru akan sulit dipahami bila konsep-konsep yang relevan belum bisa dimiliki siswa. Kegagalan siswa di kelas sering disebabkan karena ketidakdisiplinan mengenai konsep yang relevan tersebut.
Sampai saat ini masih banyak argument dari para siswa bahwa pelajaran Bahasa Indonesia itu tidak menarik dan membosankan. Hal ini adalah persepsi yang negatife terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia. Persepsi ini ada pada setiap jenjang pendidikan. Banyak hal yang dapat dikaji untuk mengungkap hal tersebut, mungkin bersumber dari strategi dan metode pembelajaran yang kurang tepat.
Persepsi negatif tentang mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut dapat menimbulkan minat dan motivasi siswa dalam mempelajari materi yang tersaji pada mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi berkurang. Siswa menjadi tidak tertarik dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dianggap sepele, membosankan, dan tidak menarik. Rendahnya minat dan motivasi siswa dalam mempelajari mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat mengakibatkan rendahnya kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskripsi.
Kemampuan penguasaan materi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia yang masih rendah juga terjadi di SD Negeri Saren 1, terutama dalam materi menulis. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan siswa di dalam kelas. Hal ini disebabkan karena adanya persepsi negatif tentang mata pelajaran Bahasa Indonesia yang menyebabkan rendahnya kemampuan menulis paragraf deskripsi pada siswa.
Untuk mengatasi hal tersebut, guru mempunyai peranan yang sangat penting. Dalam proses pembelajaran hendaknya guru mampu memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Agar siswa belajar aktif, hendaknya pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia dilakukan dengan menarik minat siswa, penggunaan metode yang tepat, media sebagai sarana yang efektif dalam menyampaikan pembelajaran walaupun sederhana.
Media gambar seri dinilai efektif dalam proses pembelajaran. Gambar seri memiliki keunggulan, misalnya gambar bersifat konkrit, gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, Media gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan, Gambar dapat memperjelas suatu masalah, dan Gambar harganya murah, serta mudah digunakan tanpa memerlukan peralatan khusus (Sadiman, 2011:29). Maka dari itu, Penggunaan media gambar dapat membantu siswa untuk memusatkan perhatian terhadap materi yang disampaikan.
Beradasarkan latar belakang di atas, maka dilakukan penelitian dengan judul “Meningkatkan Kemampuan Menulis Paragraf Deskripsi melalui Media Gambar Seri pada Siswa Kelas V di SD Negeri Saren I.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam peneltian ini adalah:
1.   Faktor apa saja yang dapat menghambat kemampuan menulis paragaraf deskripsi pada siswa kelas V di SD Negeri Saren I?
2.   Apakah penggunaan media gambar seri dapat meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi pada siswa kelas V di SD Negeri Saren I?

C.    Tujuan
Peneltian ini, bertujuan untuk:
1.    Mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kemampuan menulis pargaraf deskripsi pada siswa kelas V di SD Negeri Saren I.
2.   Mengidentifikasi penggunaan media gambar seri terhadap keberhasilan dalam meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi pada siswa kelas V di SD Negeri Saren I.

D.    Manfaat
Penelitian ini bermanfaat untuk:
1.    Mengetahui faktor-faktor yang menghambat kemampuan menulis paragraf deskripsi pada siswa kelas V di SD Negeri Saren I.
2. Meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi pada siswa kelas V di SD Negeri Saren I.
3. Menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan    menyenangkan.
4. Meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
5. Meningkatkan hasil belajar siswa baik aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik dalam materi menulis.























BAB II
Landasan Teori

A.    Dasar Teori
1.      Hakikat  Menulis
a.      Pengertian Menulis
Menulis dimaksudkan sebagai kemampuan seseorang untuk mengungkapkan ide, pikiran, pengetahuan, ilmu dan pengalaman-pengalaman hidupnya dalam bahasa tulis yang jelas, runtut, ekspresif, enak dibaca dan bisa dipahami oleh orang lain. (Marwoto:1985:12)
Sedangkan Bobby DePorter dan Mike Hernacki (2003:1) mengungkapkan bahwa menulis merupakan aktifitas otak kanan (emosional) dan aktifitas otak kiri (logika). Keduanya memiliki peran dalam ketrampilan menulis.
Berdasarkan kedua pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa menulis merupakan kemampuan seseorang untuk menuangkan idea tau gagasan dan dalam proses tersebut melibatkan otak kanan dan otak kiri yang saling berhubungan.

b.      Syarat-syarat Menulis
Syarat-syarat menulis menurut Marwoto (1985:16) adalah sebagai berikut:
i.     Kita harus kaya akan ide, ilmu pengetahuan, pengalaman hidup.
ii.   Disamping memiliki pengetahuan yang mendalam dan luas serta pengalaman hidup yang kaya, kita harus memiliki intuisi yang tajam dan jiwa yang arif.
iii. Kita harus memiliki kekayaan berbahasa, betapapun faktor bahasa tetap merupakan faktor dominan dan modal prima dalam dunia tulis-menulis.


2.      Hakikat Paragraf
a.      Pengertian Paragraf
Menurut Akhadiah dkk (1991:144) paragraf merupakan inti penuangan pikiran dalam sebuah karangan. Dalam paragraf terkandung satu unit pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut, mulai dari kalimat-kalimat penjelas sampai pada kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan.
Definisi lain menurut Keraf (1997:51), menyebut paragraf dengan istilah alinea. Alinea adalah kesatuan pikiran yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. Ia merupakan himpunan dari kalimat-kalimat yang bertalian dalam satu rangkaianuntuk membentuk sebuah ide.
Berdasarkan kedua pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa paragraph adalah sebuah karangan pendek yang terdiri dari kalimat penjelas sampai dengan kalimat penutup. Ia merupakan suatu kalimat yang saling bertalian dan membentuk sebuah ide.

b.      Macam-macam Paragraf
Berdasarkan tujuan dan sifatnya, paragraf dibedakan menjadi 5 macam, yaitu: paragraf deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi (Wiyanto, 2006:64).
i.     Deskripsi, berasal dari verba to describe, yang artinya menguraikan, memerikan, atau melukiskan. Paragraph deskripsi adalah paragraph yang bertujuan memberikan kesan/impresi kepada pembaca terhadap objek, gagasan, tempat, peristiwa, dan semacamnya yang ingin disampaikan oleh penulis.
ii.   Narasi (Narration) secara harafiah bermakna kisah atau cerita. Paragraf narasi bertujuan mengisahkan atau menceritakan. Paragraf kadang-kadang mirip dengan paragraf deskripsi. Bedanya, narasi mementingkan urutan dan biasanya ada tokoh yang diceritakan.
iii. Eksposisi, bertujuan memaparkan menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan/desakan agar pembaca mau mengikutinya.
iv. Argumentasi, diturunkan dari verba to argue (Ing) yang artinya membuktikan atau menyampaikan alasan. Paragraf argumentasi bertujuan menyampaikan suatu pendapat, konsepsi, atau opini tertulis pada pembaca. Untuk meyakinkan baha yang disampaikan penulis itu benar, penulis menyertakan bukti, contoh dan berbagai alasan yang sulit dibantah.
v.   Persuasi, dirurunkan dari verba to persuade yang artinya membujuk atau menyarankan. Paragraf persuasi persuasi mula-mula memaparkan gagasan dengan alasan, bukti, contoh, untuk meyakinkan pembaca. Kemudian diikuti dengan ajakan, rayuan, imbauan, atau saran kepada pembaca.

c.       Paragraf Deskripsi
Paragraf deskripsi berasal dari verba to describe yang artinya menguraikan, memerikan, atau melukiskan. Paragraf deskripsi adalah paragraf yang bertujuan untuk memberikan kesan/impresi kepada para pembaca terhadap objek, gagasan, tempat, peristiwa, dan semacamnya yang sedang ingin disampaikan oleh penulis. (Wiyanto, 2006:64).
Hal senada diungkapkan oleh Marwoto (1985:167) yang menyatakan bahwa deskripsi adalah wacana yang yang terutama digunakan untuk membangkitkan impresi atau kesan tentang seseorang, tempat, suatu pemandangan, dan yang semacam itu.
Berdasarkan kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa paragraf deskripsi adalah paragraf yang bertujuan untuk membangkitkan impresi terhadap suatu objek kepada para pembaca yang ingin disampaikan oleh penulis.

3.      Media dalam Pembelajaran
a.      Hakikat Media
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima.
Banyak batasan yang diberikan orang tentang media. Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association of Education and Communication Technology/AECT) di Amerika, membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu, Biggs (1970) berpendapat  bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku, film, kaset, film bingkai adalah contohnya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar, dan dibaca. Apapun batasan yang diberikan, ada persamaan sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
Berdasarkan beberapa pandangan di atas, dapat disimpulkan bahwa media adalah segala jenis komponen yang digunakan untuk menyalurkan pesan/informasi yang merangsang siswa untuk belajar sehingga proses pembelajaran terjadi.

b.      Karakteristik Media
Untuk tujuan-tujuan praktis, berikut adalah karakteristik beberapa jenis media yang lazim dipakai dalam kegiatan belajar mengajar khususnya di Indonesia.
i.     Media Grafis, media grafis termasuk media visual. Sebagaimana halnya media yang lain, media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol visual. Contoh media grafis adalah gambar/foto, sketsa, diagram, bagan/chart, grafik/graphs, kartun, poster, papan flannel/flannel board, papan bulletin/bulletin board.
ii.   Media Audio, berbeda dengan media grafis, media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambing-lambang auditif, baik verbal (ke dalam kata-kata/ bahasa lisan) maupun non verbal. Ada beberapa jenis media yang dapat kita kelompokkan dalam media audio, antara lain radio, alat perekam pita magnetic, laboratorium bahasa.
iii. Media Proyeksi Diam, media proyeksi diam (still proyected medium) mempunyai persamaan dengan media grafik dalam arti menyajikan rangsangan-rangsangan visual. Selain itu, bahan-bahan grafis banyak sekali dipakai dalam proyeksi diam. Perbedaan yang jelas diantara mereka adalah pada media grafis dapat secara langsung brinteraksi dengan pesan media yang bersangkutan pada media proyeksi, pesan tersebut harus diproyeksikan dengan proyektor agar dapat dilihat oleh sasaran terlebih dahulu. Beberapa jenis media proyeksi diam antara lain film bingkai/slide, film rangkai/film strip, overhead proyektor, proyektor opaque, tachitoscope, microprojection dengan microfilm.

c.       Media Gambar Seri
Guru dapat menyampaikan pelajaran dengan menggunakan media gambar sebagai pendukung. Penggunaan media gambar dapat membantu siswa untuk memusatkan perhatian terhadap materi yang disampaikan.
Media gambar dapat berupa media gambar seri maupun gambar lepas. Gambar berseri merupakan sejumlah gambar yang menggambarkan suasana yang sedang diceritakan dan menunjukkan adanya kesinambungan antara gambar yang satu dengan yang lainnya, sedangkan gambar lepas merupakan gambar yang menunjukkan situasi ataupun tokoh dalam cerita yang dipilih untuk menggambarkan situasi-situasi tertentu, antara gambar satu dengan lainnya tidak menunjukkan kesinambungan. (Ella Farida Tizen, 2008)
Bebarapa kelebihan media gambar antara lain sebagai berikut:
i.     Sifatnya konkret, gambar lebih realistis menunjukkan pokok masalah dibandingkan media verbal lainnya
ii.   Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. Tidak semua benda, objek, atau peristiwa dapat dibawa ke kelas, dan tidak selalu bisa anak-anak dibawa ke objek/peristiwa tersebut. gambar dapat mengatasi hal tersebut
iii. Media gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita. Sel atau penampang daun yang tidak mungkin kita tlihat dengan mata telanjang dapat disajikan dengan jelas dalam bentuk gambar
iv. Gambar dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahpahaman.
v.   Gambar harganya murah dan mudah digunakan tanpa memerlukan peralatan khusus.
(Sadiman, 2011:29).
B.     Penelitian Terdahulu
Suyatinah dalam jurnal penelitiannya yang berjudul Peningkatan Keefektifan Pembelajaran Menulis di Kelas II SD Negeri Ngaglik Sardonoharjo Dengan Menggunakan Pendekatan Proses dan Media Gambar menjelaskan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menulis dengan media gambar berhasil meningkatkan : (1) ketrampilan menulis siswa naik sebesar 17,44 dari skor rata-rata 55,43 menjadi 71,87 ; (2) motivasi belajar naik sebesar 33,4%, dari 63,3% menjadi 69,7% ; (3) perhatian naik sebesar 30% , dari 66,7% menjadi 96,7% ; (4) aktivitas siswa mengalami peningkatan sebesar 56,6%, dari 36,7% menjadi 93,3%.
Sementara itu, Anik Maryani (2011) dalam penelitiannya yang berjudul Peningkatan Ketrampilan Menulis Deskripsi dengan Menggunakan Media Gambar Ilustrasi pada Siswa Kelas X TKR 2 SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo Tahun Ajaran 2010/2011 menjelaskan bahwa hasil penelitian ini secara umum menggambarkan bahwa pembentukkan dan pengembangan paragraf lebih dominan bersifat deduktif (kalimat topik pada awal paragraf) daripada sifat yang lain. Berkaitan dengan linieritas da koherenitas wacana, maka pada paragraf pembuka antara sifat linier dan koheren dengan tidak linier dan koheren sama-sama dominan. Pada paragraf penghubung bersifat linier.























BAB III
Metodologi Penelitian

A.    Jenis Penelitian
Penelitian ini menekankan pada perbaikan proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi pada siswa. Maka, jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Homkins memakai istilah classroom Research In Action atau Classroom Action Research pada saat penelitian itu memasuki tahap-tahap kegiatan yang harus dilakukan, dengan alasan bahwa istilah penelitian kelas mengingatkan kepada penelitian yang dilakukan oleh para peneliti pendidikan (educational researchers) dengan menjadikan guru dan siswa sebagai objek penelitian yang berada di luar orbit kehidupan mereka (Hopkin, 1993:8). Istilah educational action research (Kemmis, 1993) dipakai juga untuk jenis penelitian tindakan yang dilakukan untuk menghadapi berbagai masalah dan isu pendidikan. Dalam perkuliahan sehari-hari, istilah yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

B.      Waktu dan Tempat Penelitian
1.      Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester I tahun ajaran 2012/2013, dimulai pada 2-4 Juli 2012.
2.      Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Negeri Saren I, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.




C.    Data dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data yang berkaitan dengan penggunaan gambar seri dalam meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi.
Sumber data yang digunakan adalah berupa dokumen. Ada berbagai macam dokumen yang dapat digunakan untuk membantu sebuah penelitian dalam mengumpulkan data penelitian, yang berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian tindakan kelas. Menurut Goetz dan LeComte (1984) dokumen yang menyangkut para partisipan penelitian akan menyediakan kerangka bagi data yang mendasar. Dalam penelitian ini sumber data yang diperlukan adalah Silabi dan rencana pembelajaran, laporan tugas siswa, bagian-bagian dari buku teks yang digunakan dalam pembelajaran, dan data nilai mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V SD Negeri Saren I, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.

D.    Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa teknik untuk mengumpulkan data. Teknik yang digunakan antara lain:
1.      Observasi
Pada umumnya, observasi adalah tindakan yang merupakan penafsiran dari teori, seperti yang dikemukakan Karl Popper (Hopkins, 1993:77).  Observasi ini dilakukan secara langsung pada peserta didik kelas V SD Negeri Saren I, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Observasi dilakukan untuk mengetahui aktivitas siswa selama proses pembelajaran.
2.      Test
Dalam penelitian ini, test dilakukan setelah pembelajaran selesai. Test dilakukan secara terbuka dan tertulis. Test ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa kelas V SD Negeri Saren I pada materi menulis paragraf deskripsi pada mata pelajaran bahasa Indonesia.

3.      Wawancara
Teknik ini dilaksanakan untuk memperoleh data dari informan tentang pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia pada materi menulis. Wawancara dilakukan kepada guru kelas V SD Negeri Saren 1. Peneliti mencari informasi mengenai faktor-faktor yang menyebabkan kurang optimalnya kemapuan siswa dalam menulis sebuah pargagraf deskipsi.
Menurut Hopkins (1993:125) wawancara adalah suatu cara untuk mengetahui situasi tertentu di dalam kelas dilihat dari sudut pandang orang lain.

E.     Teknik Pengambilan Sampel
Teknik cuplikan atau sampling dalam penelitian kualitatif berbeda dengan sampling penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif tidak ada sampel acak, tetapi sampel bertujuan atau purposive sampling (Slamet.St.Y dan Suwarto, 2007:49).
Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif, maka teknik yang digunakan adalah purposive sampling. Pengambilan sampling bukan secara individu tetapi secara klaksikal yaitu seluruh siswa kelas V SD Negeri Saren 1.

F.     Teknik Analisis Data
Goetz dan LeComte (1984) menjelaskan tentang analisis data kualitatif atau “berteori” mengenai kategori abstrak dan hubungannya. Hal ini penting, karena akan membantu peneliti dalam mengembangkan penjelasan dari kejadian atau situasi yang berlangsung di dalam kelas yang ditelitinya.
Dalam penelitian ini, data yang dianalisis adalah berupa nilai test tertulis yang dilaksanakan stelah pembelajaran selesai.



























DAFTAR PUSTAKA

Marwoto.dkk. 1985. Komposisi Praktis. Yogyakarta: PT. Hanindita.

Bobbi DePorter and Mike Hernacki. 2003. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa.

Nasucha, Yakub Drs. dkk. 2011. Bahasa Indonesia: untuk Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Yogyakarta: Media Perkasa.

Sadiman, Arief S. 2011. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Pers.

Suyatinah. Peningkatan Keefektifan Pembelajaran Menulis di Kelas II SD Negeri Ngaglik Sardonoharjo Dengan Menggunakan Pendekatan Proses dan Media Gambar.  Jurnal Penelitian dan Evaluasi. 2003. Nomor 6 tahun V. 128-140.

Maryani, Anik. 2011. Peningkatan Ketrampilam Menulis Deskripsi dengan Menggunakan Media Gambar Ilustrasi pada Siswa Kelas X TKR 2 SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo Tahun Ajaran 2010/2011. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

ST.Y.Slamet dan Suwarto. 2007. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press.

Wiriaatmadja, Rochiati.Prof. 2010. Metode Penelitian Tindakan Kelas Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar